Kamis, April 09, 2009

Pelantikan Bupati Ende Diwarnai Pemukulan Mahasiswa

elasa, 7 April 2009 | 14:19 WIB

ENDE, KOMPAS.com - Pelantikan Don Bosco M Wangge - Achmad Mochdar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ende periode 2009-2014 Selasa (7/4), diwarnai unjuk rasa dan pemukulan polisi terhadap sejumlah aktivis mahasiswa.

Sejumlah personel dari Samapta Kepolisian Resor Ende dan Kompi B Brimob membubarkan paksa mahasiswa yang berunjuk rasa di kawasan simpang lima, Ende. Pemukulan dengan tongkat pentungan, bahkan juga tendangan polisi diarahkan pada sejumlah aktivis terutama ketika sepeda motor aktivis diparkir menghalangi jalan masuk ke Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Ende.

Mahasiswa yang berunjuk rasa saat itu sedikitnya 50 orang, yakni dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende.

"Ini bentuk tindakan represif dari kepolisian, bahkan atribut organisasi kami juga diinjak-injak polisi. Ini juga bentuk penghinaan terhadap organisasi kami. Padahal kami sudah mengajukan izin untuk aksi ini. Kami minta Kapolri untuk mencopot Kapolres Ende," kata Ketua GMNI Cabang Ende Vinsen Sangu, Selasa, di Ende.

Menurut Vinsen Sangu, mereka sebenarnya hanya melakukan aksi damai untuk menyampaikan asprasi mengingatkan bupati dan wakil bupati Ende yang baru untuk bersikap tegas menuntaskan banyaknya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Ende yang hingga kini tak jelas penanganannya.

Ketika dikonfirmasi , Wakil Kepala Polres Ende Komisaris Arly Jembar Jumhana menyatakan, tindakan polisi itu bukan pemukulan terhadap mahasiswa, melainkan untuk membubarkan secara paksa. "Karena mereka melakukan aksi di tengah jalan, sehingga menganggu arus kendaraan menuju bandara. Ketika kami arahkan mereka tidak mau pindah, sehingga kami memutuskan upaya membubarkan aksi di tengah jalan itu secara paksa. Dan setelah saya cek di satuan Intel aksi ini juga belum mengajukan izin," kata Arly.

Pelantikan pasangan Don Bos M Wangge - Achmad Mochdar itu berjalan lancar, dan pelantikan dilakukan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Frans Lebu Raya dalam sambutannya juga mengingatkan masyarakat NTT untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 April untuk menyukseskan pemilihan umum legislatif.

"Meski pemilu legislatif ini digelar dalam suasana pekan suci menyambut perayaan Paskah, jangan menghalangi kita untuk tidak terlibat dalam pemungutan suara. Keputusan memilih untuk tidak memilih tentu kita sendiri akan rugi, karena kita akan kehilangan suara untuk wakil kita di DPRD, DPR, dan DPD," kata Frans.

Frans antara lain juga mengingatkan bupati dan wakil bupati Ende yang baru untuk sering turun ke kampung atau dusun-dusun, juga menerapkan "anggur merah", anggaran untuk rakyat menuju sejahtera, yaitu dengan menetapkan anggaran belanja publik lebih besar daripada untuk belanja aparatur.(SEM)


http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/07/14193687/pelantikan.bupati.ende.diwarnai.pemukulan.mahasiswa

Hari Ini Gubernur Lebu Raya Lantik Don Wangge dan Achmad Mochdar

Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
07-Apr-2009

Menurut rencana Selasa (7/4) hari ini Gubernur NTT Frans Lebu Raya dijadwalkan melantik bupati dan wakil bupati Kabupaten Ende terpilih Don Bosco M Wangge dan Achmad Mochdar. Pelantikan akan dilangsungkan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Ende dipimpin Ketua DPRD Ende, Titus M Tibo. Segala persiapan untuk pelaksanaan pelantikan sejauh ini sudah dilakukan secara baik.

Ketua Panitia Pelantikan, Hendrikus Seni di Kantor DPRD Ende, Senin (6/4) mengatakan, persiapan pelaksanaan pelantikan sudah sangat maksimal dilakukan oleh panitia pelaksana dan dengan pelaksanaan gladi bersih yang dihadirkan bupati dan wakil bupati terlantik maka persiapan boleh dikatakan sudah 100 persen. Dia berharap, persiapan yang sudah matang ini tetap dijaga agar pada pelaksanaan pelantikan nanti semuanya bisa berjalan lancer, aman dan tertib dan sukses.

Jemput di Kediaman Pribadi

Menyangkut protokoler penjemputan bupati dan wakil bupati terlantik, katanya, sudah dipersiapkan dengan baik. Penjemputan akan dilakukan dari kediaman bupati dan wakil bupati. Selanjutnya saat tiba di kantor DPRD akan diadakan penyambutan dengan tarian.

Hendrik Seni katakan, pelantikan bupati dan wakil bupati akan dilakukan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya atas nama Menteri Dalam Negeri RI. Pelantiakn ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTT Esthon L Foenay dan sejumlah pejabat lainnya dari provinsi. Selain dihadiri pejabat provinsi, ada juga bupati se-daratan Flores yang sudah menyatakan kesediaan untuk hadir seperti Flores timur, Sikka, Nagekeo, Ngada, Manggarai dan Manggarai Timur.

3.500 Undangan

Sedangkan undangan yang diperkirakan bakal hadir dalam pelantikan, katanya isa lebih dari 3500 undangan. Hal itu karena berdasarkan jumlah undangan yang dikelaurkan panitia sebanyak 3500. sehingga jumlah undangan yang bakal hadiri pelantikan dapat melebihi undangan yang dikeluarkan oleh panitia.

Pantauan Flores Pos di Kantor DPRD Ende, panitia telah menggelar gladi bersih. Semula, gladi dilaksanakan oleh panitia tanpa dihadiri bupati dan wakil bupati terlantik dan yang akan memasuki akhir masa jabatan. Setelah dianggap sudah baik, panitia kemudian menggelar gladi bersih yang dihadiri Don Bosco M Wangge dan Achmad Mochdar, bupati dan wakil bupati yang akan dilantik dan Paulinus Domi dan Bernadus Gadobani, bupati dan wakil bupati yang akan memasuki purna tugas.

Gladi bersih berjalan tertib sesuai jadwal yang telah diatur baik oleh petugas dari provinsi maupun petugas dari protokoler kabupaten.

Sejumlah panitia lainnya juga tampak mempersiapkan lokasi untuk [pelaksanaan pelantikan seperti menyiapkan meja makan dan mendekorasi lokasi di halaman kantor DPRD Ende.

http://florespos.com/?pg=pg_beritalengkap&id=108&kat=Daerah